Jawaban:
Hamzah washal adalah alif yang terletak di awal kata tanpa ada tanda baca sama sekali. Hamzah washal hanya diucapkan ketika menjadi permulaan kata, namun lebur (tidak dibaca) ketika berada di tengah kalimat
Penjelasan:
maaf kalau salah
Jawaban:
Hamzah washal adalah hamzah yang tetap bila berada di awal dan gugur bila berada di tengah. Maksudnya adalah hamzah washal dibaca bila di awal bacaan dan tidak dibaca bila di tengah bacaan. Hamzah washal selalu berada di awal kata dan bentuknya seperti alif.
Penjelasan:
Hamzah washal berada pada:
Hamzah pada fi’il amar dari fi’il tsulatsi
Contoh:
اكْتُبْ – افْتَحْ – اجْلِسْ
Hamzah pada “Al” tambahan pada awal isim
الرَّجُلُ – الضَّرْبُ – الْكِتَابُ
Hamzah pada fi’il madhi dan fi’il amar khumasi dan sudasi serta mashdarnya
Contoh:
انْطَلَقَ – انْطَلِقْ – انْطَلَاقًا
اسْتَخْرَجَ ، اسْتَخْرِجْ – اسْتِخْرَاجًا
4. Isim asyrah, yaitu:
سْمٌ – ابْنٌ – ابْنَةٌ – اثْنَانِ – اثْنَتَانِ – امْرَأَةٌ – امْرُؤٌ – ابْنَانِ – امْرَأَتَانِ – امْرَئَانِ
Cara membaca hamzah washal ada 4 macam dalam dua keadaan:
Apabila ada hamzah washal berada di awal kalimat atau bacaan maka ada 3 cara baca:
Dhammah
Yaitu hamzah washal yang terdapat pada fi’il dan huruf ketiga dari fi’il tersebut berharakat dhammah. Contoh:
اُدْخُلُوْا – اُخْرُخْ – اُنْصُرْ
Fathah
Yaitu hamzah washal pada isim yang diawali alif lam ta’rif. Contoh:
اَلْبَقَرَةُ – اَلنَّاسُ – اَلْعِلْمُ
Kasrah
Hamzah washal yang terdapat pada fi’il dan huruf ketiga dari fi’il tersebut berharakat fathah atau kasrah. Contoh:
اِضْرِبْ – اِفْتَحْ – اِجْتَمَعَ
[answer.2.content]